Waktu universal (bahasa Inggris Universal Time, disingkat UT) adalah satu ukuran waktu yang didasari oleh rotasi bumi. Satuan ini adalah kelanjutan modern dari GMT (Greenwich Mean Time), yaitu, mean waktu matahari di meridian di Greenwich, Inggris, yang secara lazim dianggap sebagai bujur geografis 0 derajat.
GMT sering secara keliru dianggap sebagai kesamaan dari UTC. Sebenarnya, GMT yang dulu telah dibagi dua, menjadi UTC dan UT1.
Waktu universal dan standar waktu
Sebelum diperkenalkannya standar waktu, setiap kota menyetel waktunya sesuai dengan posisi matahari di tempat masing-masing. Sistem ini bekerja dengan baik sampai diperkenalkannya kereta api, yang memungkinkan untuk berpergian dengan cepat namun memerlukan seseorang untuk terus-menerus mencocokan jamnya dengan waktu lokal yang berbeda-beda dari satu kota ke kota lain. Standard waktu, dimana semua jam di dalam satu daerah menggunakan waktu yang sama, dibuat untuk memecahkan masalah perbedaan waktu seperti dalam perjalanan kereta api di atas.
Standar waktu membagi-bagi bumi kedalam sejumlah "zona waktu", masing-masing melingkupi (dalam teorinya) paling sedikit 15 derajat. Semua jam di dalam zona waktu ini disetel sama dengan jam lainnya, tapi berbeda sebanyak satu jam dari jam-jam di zona waktu yang bertetanggaan. Waktu lokal di Royal Greenwich Observatory di Greenwich, Inggris, dipilih sebagai standard di Konferensi Meridian Internasional tahun 1884, yang memicu penyebaran pemakaian Greenwich Mean Time untuk menyetel jam di dalam suatu daerah. Lokasi ini dipilih karena sampai tahun 1884, dua pertiga dari semua peta dan bagan menggunakannya sebagai meridian utama (prime meridian).
Di Amerika Serikat dan Kanada, zona waktu standard diperkenalkan tanggal 18 November 1883, oleh perusahaan-perusahaan rel kereta api. Koran-koran menyebutkan hari itu sebagai hari yang memiliki "dua tengah hari" (two noons). Saat itu tidak ada peraturan dari pemerintah, perusahaan-perusahaan tersebut hanya memilih penggunaan sistem lima zona waktu, dan menganggap masyarakat akan mengikutinya. Asosiasi Rel Kereta Api Amerika (ARA), sebuah organisasi beranggotakan penyelenggara rel-rel kereta api, telah melihat munculnya minat dari dunia sains ke arah penyeragaman waktu. ARA membuat sistem zona waktu sendiri, yang memiliki bentuk batas-batas yang tidak regular, mungkin karena ingin menghindarkan tindakan pemerintah yang mungkin mempersulit kegiatan mereka. Sebagian besar masyarakat menerima pemakaian waktu yang baru tersebut, namun sejumlah kota dan kabupaten menolak "waktu rel kereta api", yang pada dasarnya belum dijadikan peraturan. Sebagai contohnya, dalam dokumen-dokumen kontrak legal, apa artinya "tengah malam"? Di dalam satu kasus pengadilan tinggi di negara bagian Iowa, seorang pemilik bar memberikan argumentasi bahwa ia telah menggunakan waktu (matahari) lokal, dalam menentukan jam buka bar miliknya, sehingga ia bersumpah tidak melanggar peraturan daerah tentang jam tutup kegiatan bar. Standard waktu tetap menjadi kebijaksanaan daerah masing-masing, sampai tahun 1918, disaat dijadikannya peraturan bersamaan dengan pengenalan daylight saving time.
Tanggal 2 November 1868, Selandia Baru memutuskan sebuah standard waktu untuk digunakan secara nasional, dan mungkin Selandia Baru menjadi negara pertama yang melakukannya. Standard waktunya adalah berdasarkan 172° 30' longitude sebelah Timur Greenwich, yaitu 11 jam dan 30 menit di depan Greenwich Mean Time. Standard ini dikenal sebagai New Zealand Mean Time
Senin, 31 Mei 2010
FISIKA
Suhu adalah derajat panas / dingin suatu benda dengan satuan derajat.
Alat untuk mengukur suhu disebut Termometer.
Skala Termometer :
Celcius, Reanmur, Fahrenheit & Kelvin.
Hubungan skala Celcius, Reanmur, Fahrenheit & Kelvin :
0C = 5/4 0R = 5/9 (0F-320) = 0K-2730
Pengertian Kalor (Panas)
Kalor adalah suatu bentuk energy yang dipindahkan melalui perbedaan suhu.
Kalor berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah
Benda yang menerima Kalor, suhunya akan naik atau wujudnya akan berubah,
Benda yang melepas Kalor, suhunya akan turun atau wujudnya akan berubah.
Besar kalor yang diserap atau dilepas oleh suatu benda berbanding lurus dengan :
massa benda (m)
kalor jenis benda (c)
perubahan suhu (Δt)
Jadi besarnya kalor yang dilepas atau diserap dirumuskan dengan :
Q = m.c. Δt
m = massa benda (kg,gram)
c = kalor jenis benda (kal/gram 0C, joule/kg K→SI)
Δt = t2–t1 = kenaikan suhu (0C)
Dalam system SI satuan kalor adalah Joule,
1 kal = 4,2 joule
1 joule = 0,24 kal
Satuan kalori : banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 10C air murni yang massanya 1 gram.
Alat untuk mengukur suhu disebut Termometer.
Skala Termometer :
Celcius, Reanmur, Fahrenheit & Kelvin.
Hubungan skala Celcius, Reanmur, Fahrenheit & Kelvin :
0C = 5/4 0R = 5/9 (0F-320) = 0K-2730
Pengertian Kalor (Panas)
Kalor adalah suatu bentuk energy yang dipindahkan melalui perbedaan suhu.
Kalor berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah
Benda yang menerima Kalor, suhunya akan naik atau wujudnya akan berubah,
Benda yang melepas Kalor, suhunya akan turun atau wujudnya akan berubah.
Besar kalor yang diserap atau dilepas oleh suatu benda berbanding lurus dengan :
massa benda (m)
kalor jenis benda (c)
perubahan suhu (Δt)
Jadi besarnya kalor yang dilepas atau diserap dirumuskan dengan :
Q = m.c. Δt
m = massa benda (kg,gram)
c = kalor jenis benda (kal/gram 0C, joule/kg K→SI)
Δt = t2–t1 = kenaikan suhu (0C)
Dalam system SI satuan kalor adalah Joule,
1 kal = 4,2 joule
1 joule = 0,24 kal
Satuan kalori : banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 10C air murni yang massanya 1 gram.
PERMESINAN KAPAL
DEFINISI BERAT DAN ISI KAPAL
TONASE (TONNAGE) sebuah kapal merupakan benda terapung yang dipergunakan untuk pengangkutan diatas air, seperti kapal penumpang, kapal barang, kapal kontainer, dsb.
1. ISI KOTOR (GROSS TONNAGE)
- Terdiri jumlah isi ruangan bawah geladak ukur
- Terdiri jumlah isi ruangan diatas geladak kedua dan atas
- Terdiri jumlah isi ruangan yang tertutup rapat secara pemnanent pada geladak atas
- Terdiri jumlah isi dari ambang palka
2. ISI BERSIH (NET TONNAGE)
Terdiri isi kotor dikurangi dengan isi jumlah ruangan yang berfungsi tidak dapat dipakai
untuk mengangkut barang dagangan. Misal :
- Tempat tinggal ABK
- WC
- Ruang Jangkar
- Gudang serang
- Kamar mesin
3. ISI TOLAK (DISPLACEMENT)
Sama dengan berat air yang dipindahkan oleh kapal atau jumlah ton air yang dipindahkan
4. BOBOT MATI (DEAD WEIGHT)
Isi tolak dikurangi dengan berat kapal kosong dan inventaris tetap saja
5. TONNASE PERLENGKAPAN (EQUIPMENT TONNAGE)
Tonase yang diperlukan oleh Biro Klasifikasi untuk menentukan ukuran dan kekuatan alat-
alat labuh seperti jangkar, rantai jangkar, dll.
6. TONNASE TENAGA (POWER TONNAGE)
Berat kapal kosong ditambah perlengkapan kamar mesin
TONASE (TONNAGE) sebuah kapal merupakan benda terapung yang dipergunakan untuk pengangkutan diatas air, seperti kapal penumpang, kapal barang, kapal kontainer, dsb.
1. ISI KOTOR (GROSS TONNAGE)
- Terdiri jumlah isi ruangan bawah geladak ukur
- Terdiri jumlah isi ruangan diatas geladak kedua dan atas
- Terdiri jumlah isi ruangan yang tertutup rapat secara pemnanent pada geladak atas
- Terdiri jumlah isi dari ambang palka
2. ISI BERSIH (NET TONNAGE)
Terdiri isi kotor dikurangi dengan isi jumlah ruangan yang berfungsi tidak dapat dipakai
untuk mengangkut barang dagangan. Misal :
- Tempat tinggal ABK
- WC
- Ruang Jangkar
- Gudang serang
- Kamar mesin
3. ISI TOLAK (DISPLACEMENT)
Sama dengan berat air yang dipindahkan oleh kapal atau jumlah ton air yang dipindahkan
4. BOBOT MATI (DEAD WEIGHT)
Isi tolak dikurangi dengan berat kapal kosong dan inventaris tetap saja
5. TONNASE PERLENGKAPAN (EQUIPMENT TONNAGE)
Tonase yang diperlukan oleh Biro Klasifikasi untuk menentukan ukuran dan kekuatan alat-
alat labuh seperti jangkar, rantai jangkar, dll.
6. TONNASE TENAGA (POWER TONNAGE)
Berat kapal kosong ditambah perlengkapan kamar mesin
PENANGANAN DAN PENGATURAN MUATAN
Angkutan laut masih diperlukan dan lebih menguntungkan dibandingkan angkutan lain. Alasannya :
1. Jangkauan luas
2. Mengangkut dalam jumlah besar/banyak
3. Lebih murah
Tiga kelompok yang berperan dalam angkutan laut:
1. SHIPPER
2. CARRIER
3. CONSIGNEE
Prinsip Penanganan dan Pengaturan Muatan
1. Melindungi kapal
2. Melindungi muatan
3. Memanfaatkan ruang muat semaksimal mungkim
4. Bongkar muat secara cepat, teratur dan sistematis
5. Melindungi ABK dan buruh
MELINDUNGI KAPAL
Untuk melindungi kapal, maka pembagian muatan diatur, sbb:
1.Pembagian muatan secara tegak
- Menyangkut stabilitas kapal
- Jika muatan terpusat pada bagian atas, maka kapal akan memiliki GM yang kecil dan kondisi
kapal akan langsar (tender)
- Jika muatan terpusat pada bagian bawah, maka kapal akan memiliki GM yang besar dan
kondisi kapal akan kaku (stiff)
2. Pembagian muatan secara melintang
- Menyangkut sengket
- Jika pembagian muatan tidak berimbang terhadap centre line maka kapal akan mengalami
kondisi senget atau miring (list)
3. Pembagian muatan secara membujur
- Menyangkut trim/sagging dan hogging
- Jika kapal memiliki sarat depan lebih besar dari sarat belakang, maka kondisi kapal akan
trim ke depan
- Jika kapal memiliki sarat belakang lebih besar dari sarat depan, maka kondisi kapal akan
trim ke belakang
- Jika muatan terpusat ditenggah-tenggah kapal, maka kapal akan mengalami sagging
- Jika muatan terpusat pada bagian kedua ujung-ujung maka kapal akan mengalami hogging
4. Pembagian muatan secara khusus pada Tween Deck
- Menyangkut kekuatan geladak (DLC)
- DLC (Deck Load Capacity)
Merupakan kemampuan sebuah geladak untuk menerima sejumlah muatan berat.
- DLC dinyatakan dalam : Ton/M2
MELINDUNGI MUATAN
Tanggung jawab pihak pengangkut terhadap keselamatan muatan berdasarkan :
- FROM SLING TO SLING
- FROM TACKLE TO TACKLE
Kerusakan muatan terjadi akibat :
1. Keringat kapal
2. Keringat muatan
3. Kebocoran
4. Pergesekan dengan kulit
5. Pergesekan dengan muatan lainnya
6. Penanganan muatan
7. Muatan lainnya
8. Penanggasan
9. Pencurian
Hal yang dilakukan untuk mencegah kerusakan :
1. Penggunaan penerapan
2. Pengikatan dan pengamanan
3. Pemberian ventilasi
4. Pemisahan muatan
5. Perencanaan yang prima
PEMANFAATAN RUANG MUAT SEMAKSIMAL MUNGKIN
- Menyangkut penguasaan ruang rugi (broken stowage)
- Broken Stowage adalah besarnya ruang muat yang tidak dapat dimanfaatkan untuk
pengaturan muatan
BONGKAR MUAT SECARA CEPAT, TERATUR DAN SISTEMATIS
- Menciptakan suatu proses kegiatan bongkar yang efisien dan efektif dalam penggunaan waktu
serta biaya
- Untuk mencapai suatu hasil yang maksimal maka hal-hal yang harus dicegah adalah
terjadinya :
1. Long Hatch
2. Over stowage
3. Over carriage
MELINDUNGI ABK DAN BURUH
- Menyangkut atas keselamatan jiwa ABK dan buruh
- Bahwa selama ABK dan buruh melaksanakan kegiatan senantiasa selalu terhindar dari segala
bentuk resiko-resiko yang mungkin terjadi yang berasal dari pelaksanaan bongkar muat
1. Jangkauan luas
2. Mengangkut dalam jumlah besar/banyak
3. Lebih murah
Tiga kelompok yang berperan dalam angkutan laut:
1. SHIPPER
2. CARRIER
3. CONSIGNEE
Prinsip Penanganan dan Pengaturan Muatan
1. Melindungi kapal
2. Melindungi muatan
3. Memanfaatkan ruang muat semaksimal mungkim
4. Bongkar muat secara cepat, teratur dan sistematis
5. Melindungi ABK dan buruh
MELINDUNGI KAPAL
Untuk melindungi kapal, maka pembagian muatan diatur, sbb:
1.Pembagian muatan secara tegak
- Menyangkut stabilitas kapal
- Jika muatan terpusat pada bagian atas, maka kapal akan memiliki GM yang kecil dan kondisi
kapal akan langsar (tender)
- Jika muatan terpusat pada bagian bawah, maka kapal akan memiliki GM yang besar dan
kondisi kapal akan kaku (stiff)
2. Pembagian muatan secara melintang
- Menyangkut sengket
- Jika pembagian muatan tidak berimbang terhadap centre line maka kapal akan mengalami
kondisi senget atau miring (list)
3. Pembagian muatan secara membujur
- Menyangkut trim/sagging dan hogging
- Jika kapal memiliki sarat depan lebih besar dari sarat belakang, maka kondisi kapal akan
trim ke depan
- Jika kapal memiliki sarat belakang lebih besar dari sarat depan, maka kondisi kapal akan
trim ke belakang
- Jika muatan terpusat ditenggah-tenggah kapal, maka kapal akan mengalami sagging
- Jika muatan terpusat pada bagian kedua ujung-ujung maka kapal akan mengalami hogging
4. Pembagian muatan secara khusus pada Tween Deck
- Menyangkut kekuatan geladak (DLC)
- DLC (Deck Load Capacity)
Merupakan kemampuan sebuah geladak untuk menerima sejumlah muatan berat.
- DLC dinyatakan dalam : Ton/M2
MELINDUNGI MUATAN
Tanggung jawab pihak pengangkut terhadap keselamatan muatan berdasarkan :
- FROM SLING TO SLING
- FROM TACKLE TO TACKLE
Kerusakan muatan terjadi akibat :
1. Keringat kapal
2. Keringat muatan
3. Kebocoran
4. Pergesekan dengan kulit
5. Pergesekan dengan muatan lainnya
6. Penanganan muatan
7. Muatan lainnya
8. Penanggasan
9. Pencurian
Hal yang dilakukan untuk mencegah kerusakan :
1. Penggunaan penerapan
2. Pengikatan dan pengamanan
3. Pemberian ventilasi
4. Pemisahan muatan
5. Perencanaan yang prima
PEMANFAATAN RUANG MUAT SEMAKSIMAL MUNGKIN
- Menyangkut penguasaan ruang rugi (broken stowage)
- Broken Stowage adalah besarnya ruang muat yang tidak dapat dimanfaatkan untuk
pengaturan muatan
BONGKAR MUAT SECARA CEPAT, TERATUR DAN SISTEMATIS
- Menciptakan suatu proses kegiatan bongkar yang efisien dan efektif dalam penggunaan waktu
serta biaya
- Untuk mencapai suatu hasil yang maksimal maka hal-hal yang harus dicegah adalah
terjadinya :
1. Long Hatch
2. Over stowage
3. Over carriage
MELINDUNGI ABK DAN BURUH
- Menyangkut atas keselamatan jiwa ABK dan buruh
- Bahwa selama ABK dan buruh melaksanakan kegiatan senantiasa selalu terhindar dari segala
bentuk resiko-resiko yang mungkin terjadi yang berasal dari pelaksanaan bongkar muat
PERMESINAN KAPAL
ISTILAH-ISTILAH PERMESINAN KAPAL
1. manuver: suatu gerakan kapal,pola kapal baik akan berlayar maupun akan tiba.
2. furivir: suatu pesawat pemisah untuk minyak dan air
3. klariver: suatu alat pemisah minyak dengan kotoran-kotoran minyak yang bagus
4. bungker: waktu pengisian minyak
5. istrumentasi: suatu sistem otomatis
6.
outomatic control: suatu alat bantu yang membantu yang bekerjanya berdasarkan suatu program yang telah di tentukan sebagai alat petunjuk atau alat pengaman.
7.
tingkat tekan: tingkat di man terjadi perubahan energi pana/ potensial terjadi eenergi gerak/kinetis.
8.
tingkat kecepatan: tingkat di mana terjadi perubahan energi kinetis mekanis.
9.
kecepatan sudut: di man sudut-sudut setalah mendapat kecepatan uap masuk sudut-sudut akan berputar dengan kecepatan di sebut kecepatan keliling.
10.
ketel pipa air: suatu ketel di mana air berada dalam pipa sisi luarnya gas panas.
11.
ketel pipa apung: suatu ketel di man gas panas dalam pipa api sisi luarnya air.
12.
turbin uap: suatu pesawat di mana terjadi perubahan tenaga potensial ke tenaga kinetis dan dari kinetis ke tenaga mekanis.
13.
jatuh kalor: selisih instalasi turbin masuk ke instalasi turbin keluar tubrin.
14.
perbandingan antara kecepatan baling-baling dan mesindengan kecepatan kapal di nyatakan dengan persen.
15.
baling-baling kapal: jika baling-baling ini memutar kekananmaka kapal akan bergerak maju.
16.
baling-baling kiri: jika baling-baling ini maka kapal akan bergerak maju
17.
kipas baling-baling: jika yang di tempuh balingjika berputar-putar ini sering di sebut tidak ada.
18.
frees water generator: untuk membuat air tawar dengan air lau dengan cara penguapan.
19.
perci generator: untuk mendinginkan bahan makanan pendingin ruangan dan perdingin penumpang.
20.
kompressor udara: untuk menghasiklan udara tekan yang di simpan di bejana tekan/ botol angin guna melayan kebutuhan di kapal.
21.
serarator: suatu pesawat untuk memisahkan zat cairdengandengan prinsip kerja dengan menggunakan gaya sentribukal.
22.
ejektor udara: untuk menghasilkan udara dalam kondektor ruangan.
23.
ules: untuk mendinginkan zat cair atau udara.
24.
hieter: untuk memanaskan zat cair dalam udara.
25.
interkuler: untuk mendinginkan udara dalam supercar sebelu di di gunakan untuk pebiasan/udara pemasukan dalam morpr.
26.
stweg: untuk memproses kotoran dari sanitasi kapal sebelum ke laut
27.
turbin tekanan rata: suat turbin di mana tekana uapsebelum dan sesudah suhu jalan sama
28.
turbin takanan terbit: suatu turbin yang di mana tekanan uapsebelum suhu jalan lebih tinggidari pada suhu jalan sebelumnya.
29.
kondektor:untuk nengubah uap/es menjadi cairan.
30.
ketel uap: suatu pesawat yang terbuat ari logam, besi berbentuk silinder pipa berisi air dari hasil pembakaran bahan bakar dapt menghasilkan uap dengan tekanan lebih dari 1kg /cm
31.
mesin uap tekanan penuh:suatu mesin uap di mana sebelum langkah cetak baru di masukkan terus.
32.
mesin expensi:suatu mesin di mana dari sebagian dari lambung tetap uap di masukkan selanjutnya di biarkan terbebas.
33.
mesin uap: suatu pesawat pembakaran uap di mana energi potensial di ubah langsung menjadi energi mekanis.
34.
turbion uap: suatu perawat di mana energi panas pembakaran bahan bakar dengan udara panas dalam suatu ruangan dan cairan ke turbin gas tersebut di hubungkan dengan kompressor udara untuk mendapatkan udara pembakaran.
35.
injektor: untuk mengapungkan bahan bakar yang di semprotkan pada motor silinder.
1. manuver: suatu gerakan kapal,pola kapal baik akan berlayar maupun akan tiba.
2. furivir: suatu pesawat pemisah untuk minyak dan air
3. klariver: suatu alat pemisah minyak dengan kotoran-kotoran minyak yang bagus
4. bungker: waktu pengisian minyak
5. istrumentasi: suatu sistem otomatis
6.
outomatic control: suatu alat bantu yang membantu yang bekerjanya berdasarkan suatu program yang telah di tentukan sebagai alat petunjuk atau alat pengaman.
7.
tingkat tekan: tingkat di man terjadi perubahan energi pana/ potensial terjadi eenergi gerak/kinetis.
8.
tingkat kecepatan: tingkat di mana terjadi perubahan energi kinetis mekanis.
9.
kecepatan sudut: di man sudut-sudut setalah mendapat kecepatan uap masuk sudut-sudut akan berputar dengan kecepatan di sebut kecepatan keliling.
10.
ketel pipa air: suatu ketel di mana air berada dalam pipa sisi luarnya gas panas.
11.
ketel pipa apung: suatu ketel di man gas panas dalam pipa api sisi luarnya air.
12.
turbin uap: suatu pesawat di mana terjadi perubahan tenaga potensial ke tenaga kinetis dan dari kinetis ke tenaga mekanis.
13.
jatuh kalor: selisih instalasi turbin masuk ke instalasi turbin keluar tubrin.
14.
perbandingan antara kecepatan baling-baling dan mesindengan kecepatan kapal di nyatakan dengan persen.
15.
baling-baling kapal: jika baling-baling ini memutar kekananmaka kapal akan bergerak maju.
16.
baling-baling kiri: jika baling-baling ini maka kapal akan bergerak maju
17.
kipas baling-baling: jika yang di tempuh balingjika berputar-putar ini sering di sebut tidak ada.
18.
frees water generator: untuk membuat air tawar dengan air lau dengan cara penguapan.
19.
perci generator: untuk mendinginkan bahan makanan pendingin ruangan dan perdingin penumpang.
20.
kompressor udara: untuk menghasiklan udara tekan yang di simpan di bejana tekan/ botol angin guna melayan kebutuhan di kapal.
21.
serarator: suatu pesawat untuk memisahkan zat cairdengandengan prinsip kerja dengan menggunakan gaya sentribukal.
22.
ejektor udara: untuk menghasilkan udara dalam kondektor ruangan.
23.
ules: untuk mendinginkan zat cair atau udara.
24.
hieter: untuk memanaskan zat cair dalam udara.
25.
interkuler: untuk mendinginkan udara dalam supercar sebelu di di gunakan untuk pebiasan/udara pemasukan dalam morpr.
26.
stweg: untuk memproses kotoran dari sanitasi kapal sebelum ke laut
27.
turbin tekanan rata: suat turbin di mana tekana uapsebelum dan sesudah suhu jalan sama
28.
turbin takanan terbit: suatu turbin yang di mana tekanan uapsebelum suhu jalan lebih tinggidari pada suhu jalan sebelumnya.
29.
kondektor:untuk nengubah uap/es menjadi cairan.
30.
ketel uap: suatu pesawat yang terbuat ari logam, besi berbentuk silinder pipa berisi air dari hasil pembakaran bahan bakar dapt menghasilkan uap dengan tekanan lebih dari 1kg /cm
31.
mesin uap tekanan penuh:suatu mesin uap di mana sebelum langkah cetak baru di masukkan terus.
32.
mesin expensi:suatu mesin di mana dari sebagian dari lambung tetap uap di masukkan selanjutnya di biarkan terbebas.
33.
mesin uap: suatu pesawat pembakaran uap di mana energi potensial di ubah langsung menjadi energi mekanis.
34.
turbion uap: suatu perawat di mana energi panas pembakaran bahan bakar dengan udara panas dalam suatu ruangan dan cairan ke turbin gas tersebut di hubungkan dengan kompressor udara untuk mendapatkan udara pembakaran.
35.
injektor: untuk mengapungkan bahan bakar yang di semprotkan pada motor silinder.
METODOLOGI PENELITIAN
PENGERTIAN RISET/PENELITIAN :
Penelitian pada dasarnya adalah merupakan aktifitas dan metode berfikir yang digunakan untuk memecahkan atau menjawab suatu masalah dengan dorongan atau rasa ingin tau sehingga yang semula belum diketahui dan dipahami nantinya akan diketahui dan dihafalkan.
Suatu aktifitas dan metode berfikir yang terancang, sistimatis dan untuk memecahkan atau menemukan jawaban masalah disebut dengan Metode Ilmiah.
Usaha menggunakan metode Ilmiah :
Menemukan : Mendapatkan sesuatu untuk mengisi kekosongan atau kekurangan yang sebenarnya tidak ada menjadi ada.
Mengembangkan : Memperluas dan menggali lebih dalam apa yang sudah ada.
Menguji Kebenaran : Apa yang sudah ada masih diragukan kebenarannya, sehingga perlu diteliti lagi untuk menguji kebenarannya.
Metodologi : Cara menggandakan penelitian secara sistimatis, berencana dan mengikuti konsep ilmiah.
Sistimatis : Dilaksanakan menurut pola tertentu dari yang paling sederhana sampai yang komplek sehingga tercapai tujuan secara efektif dan efisien.
Berencana : Dilaksanakan dengan adanya unsur kesengajaan dan sebelumnya sudah difikirkan langkah-langkah pelaksanaannya.
Mengikuti konsep ilmiah : Mulai awal sampai akhir kegiatan penelitian mengikuti cara-cara yang sudah ditentukan, yaitu prinsip memperoleh ilmu pengetahuan.
Umumnya penelitian dilakukan oleh :
Pemerintah : terutama applied reseach/penelitian terapan
Contoh : sensus penduduk, angka kelahiran kota A, keberhasilan KB
Pengusaha : untuk memajukan usahanya
Contoh : produktifitas menurun, mengembangkan daerah pemasaran
Perguruan Tinggi : mengemban Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat.
MANFAAT MEMPELAJARI METODOLOGI PENELITIAN
- Mengetahui arti pentingnya penelitian : sehingga keputusan-keputusan yang dibuat dalam hidup sehari-hari mungkin didasarkan atas hasil penelitian, baik didalam memecahkan persoalan ataupun mencari hal-hal baru.
- Menilai hasil-hasil riset : Apakah suatu riset dapat dipertanggung jawabkan dan sampai seberapa jauh kebenarannya.
- Dapat menyusun penulisan karya ilmiah : paper, field study/study lapangan, skripsi, thesis, desertasi.
Penelitian pada dasarnya adalah merupakan aktifitas dan metode berfikir yang digunakan untuk memecahkan atau menjawab suatu masalah dengan dorongan atau rasa ingin tau sehingga yang semula belum diketahui dan dipahami nantinya akan diketahui dan dihafalkan.
Suatu aktifitas dan metode berfikir yang terancang, sistimatis dan untuk memecahkan atau menemukan jawaban masalah disebut dengan Metode Ilmiah.
Usaha menggunakan metode Ilmiah :
Menemukan : Mendapatkan sesuatu untuk mengisi kekosongan atau kekurangan yang sebenarnya tidak ada menjadi ada.
Mengembangkan : Memperluas dan menggali lebih dalam apa yang sudah ada.
Menguji Kebenaran : Apa yang sudah ada masih diragukan kebenarannya, sehingga perlu diteliti lagi untuk menguji kebenarannya.
Metodologi : Cara menggandakan penelitian secara sistimatis, berencana dan mengikuti konsep ilmiah.
Sistimatis : Dilaksanakan menurut pola tertentu dari yang paling sederhana sampai yang komplek sehingga tercapai tujuan secara efektif dan efisien.
Berencana : Dilaksanakan dengan adanya unsur kesengajaan dan sebelumnya sudah difikirkan langkah-langkah pelaksanaannya.
Mengikuti konsep ilmiah : Mulai awal sampai akhir kegiatan penelitian mengikuti cara-cara yang sudah ditentukan, yaitu prinsip memperoleh ilmu pengetahuan.
Umumnya penelitian dilakukan oleh :
Pemerintah : terutama applied reseach/penelitian terapan
Contoh : sensus penduduk, angka kelahiran kota A, keberhasilan KB
Pengusaha : untuk memajukan usahanya
Contoh : produktifitas menurun, mengembangkan daerah pemasaran
Perguruan Tinggi : mengemban Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat.
MANFAAT MEMPELAJARI METODOLOGI PENELITIAN
- Mengetahui arti pentingnya penelitian : sehingga keputusan-keputusan yang dibuat dalam hidup sehari-hari mungkin didasarkan atas hasil penelitian, baik didalam memecahkan persoalan ataupun mencari hal-hal baru.
- Menilai hasil-hasil riset : Apakah suatu riset dapat dipertanggung jawabkan dan sampai seberapa jauh kebenarannya.
- Dapat menyusun penulisan karya ilmiah : paper, field study/study lapangan, skripsi, thesis, desertasi.
PENANGANAN DAN PENGATURAN MUATAN
PENGATURAN MUATAN KAPAL
Angkutan laut dewasa ini berkembang sangat pesat. Kapal sebagai sarana angkutan laut memegang peranan penting dalam melancarkan transportasi laut yang aman dan selamat sampai tujuan. Jenis-jenis kapal niaga yang dibangun dewasa ini lebih cenderung kearah spesialisasi jenis muatan yang diangkut seperti misalnya kapal tanker, kapal pengangkut kayu, kapal pengangkut muatan curah, kapal pengangkut peti kemas dan lain sebagainya.
Bila ditinjau dari sudut pengoperasiannya, kapal secara umum dapat dibedakan antara “ LINER “ adalah kapal yang dalam pelayarannya waktu mapun tujuannya adalah tetap antara pelabuhan satu ke pelabuhan lainnya, kemudian yang disebut dengan “ TRAMP “ adalah kapal yang menjalani route pelayarannya tidak tetap, biasanya kapal- kapal yang dioperasikan dalam bentuk “ CHARTER “
Disamping itu kapal-kapal diklasifikasikan pula menurut jarak pelayarannya atau daerah pelayarannya yaitu :
- Pelayaran Lokal
- Pelayaran Nusantara
- Pelayaran Khusus, dalam negeri dan Luar Negeri
- Pelayaran Samudera
- Pelayaran Rakyat
Perusahaan Pelayaran memegang andil yang cukup penting dalam memperlancar dan memajukan arus barang perdagangan dalam dan luar negeri dengan memperlancar arus barang/muatan dari daerah produksi ke daerah konsumen.
Untuk mengelolanya dengan baik tidak saja diperlukan pengetahuan mengenai pengoperasian kapal sebagai alat untuk menyediakan transportasi, tetapi diperlukan pula pengetahuan yang cukup mengenai manajemen pelayaran, Aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan hukum yang terkait dengan pelayaran dan perkapalan serta pengetahuan mengenai transportasi laut itu sendiri.
Salah satu tugas dan tanggung jawab yang berat dari pengangkut (carier) adalah pengangkutan muatan dengan baik dan selamat yang terkait dengan kegiatan peranginan muatan, memuat, memelihara muatan serta membongkarnya di tempat tujuan.
Kapal Penumpang ( Passangers Ship )
Kapal penumpang adalah kapal yang dirancang khusus untuk mengangkut penumpang. Kapal penumpang umumnya mempunyai bentuk konstruksi badan yang lebih besar dari pada kapal tangki atau kapal barang dengan bobot mati yang sama menurut jumlah bangunan atasnya.
Kebanyakan kapal-kapal penumpang dilengkapi dengan pengimbang ( stabilizer ) yang digunakan untuk memperkecil pengaruh gerakan oleng kapal pada cuaca buruk dan BOW Thruster di haluan digunakan membantu olah gerak sewaktu merapat ke dermaga.
Angkutan laut dewasa ini berkembang sangat pesat. Kapal sebagai sarana angkutan laut memegang peranan penting dalam melancarkan transportasi laut yang aman dan selamat sampai tujuan. Jenis-jenis kapal niaga yang dibangun dewasa ini lebih cenderung kearah spesialisasi jenis muatan yang diangkut seperti misalnya kapal tanker, kapal pengangkut kayu, kapal pengangkut muatan curah, kapal pengangkut peti kemas dan lain sebagainya.
Bila ditinjau dari sudut pengoperasiannya, kapal secara umum dapat dibedakan antara “ LINER “ adalah kapal yang dalam pelayarannya waktu mapun tujuannya adalah tetap antara pelabuhan satu ke pelabuhan lainnya, kemudian yang disebut dengan “ TRAMP “ adalah kapal yang menjalani route pelayarannya tidak tetap, biasanya kapal- kapal yang dioperasikan dalam bentuk “ CHARTER “
Disamping itu kapal-kapal diklasifikasikan pula menurut jarak pelayarannya atau daerah pelayarannya yaitu :
- Pelayaran Lokal
- Pelayaran Nusantara
- Pelayaran Khusus, dalam negeri dan Luar Negeri
- Pelayaran Samudera
- Pelayaran Rakyat
Perusahaan Pelayaran memegang andil yang cukup penting dalam memperlancar dan memajukan arus barang perdagangan dalam dan luar negeri dengan memperlancar arus barang/muatan dari daerah produksi ke daerah konsumen.
Untuk mengelolanya dengan baik tidak saja diperlukan pengetahuan mengenai pengoperasian kapal sebagai alat untuk menyediakan transportasi, tetapi diperlukan pula pengetahuan yang cukup mengenai manajemen pelayaran, Aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan hukum yang terkait dengan pelayaran dan perkapalan serta pengetahuan mengenai transportasi laut itu sendiri.
Salah satu tugas dan tanggung jawab yang berat dari pengangkut (carier) adalah pengangkutan muatan dengan baik dan selamat yang terkait dengan kegiatan peranginan muatan, memuat, memelihara muatan serta membongkarnya di tempat tujuan.
Kapal Penumpang ( Passangers Ship )
Kapal penumpang adalah kapal yang dirancang khusus untuk mengangkut penumpang. Kapal penumpang umumnya mempunyai bentuk konstruksi badan yang lebih besar dari pada kapal tangki atau kapal barang dengan bobot mati yang sama menurut jumlah bangunan atasnya.
Kebanyakan kapal-kapal penumpang dilengkapi dengan pengimbang ( stabilizer ) yang digunakan untuk memperkecil pengaruh gerakan oleng kapal pada cuaca buruk dan BOW Thruster di haluan digunakan membantu olah gerak sewaktu merapat ke dermaga.
Langganan:
Komentar (Atom)
