Senin, 31 Mei 2010

ILMU PELAYARAN DATAR

Waktu universal (bahasa Inggris Universal Time, disingkat UT) adalah satu ukuran waktu yang didasari oleh rotasi bumi. Satuan ini adalah kelanjutan modern dari GMT (Greenwich Mean Time), yaitu, mean waktu matahari di meridian di Greenwich, Inggris, yang secara lazim dianggap sebagai bujur geografis 0 derajat.

GMT sering secara keliru dianggap sebagai kesamaan dari UTC. Sebenarnya, GMT yang dulu telah dibagi dua, menjadi UTC dan UT1.
Waktu universal dan standar waktu

Sebelum diperkenalkannya standar waktu, setiap kota menyetel waktunya sesuai dengan posisi matahari di tempat masing-masing. Sistem ini bekerja dengan baik sampai diperkenalkannya kereta api, yang memungkinkan untuk berpergian dengan cepat namun memerlukan seseorang untuk terus-menerus mencocokan jamnya dengan waktu lokal yang berbeda-beda dari satu kota ke kota lain. Standard waktu, dimana semua jam di dalam satu daerah menggunakan waktu yang sama, dibuat untuk memecahkan masalah perbedaan waktu seperti dalam perjalanan kereta api di atas.

Standar waktu membagi-bagi bumi kedalam sejumlah "zona waktu", masing-masing melingkupi (dalam teorinya) paling sedikit 15 derajat. Semua jam di dalam zona waktu ini disetel sama dengan jam lainnya, tapi berbeda sebanyak satu jam dari jam-jam di zona waktu yang bertetanggaan. Waktu lokal di Royal Greenwich Observatory di Greenwich, Inggris, dipilih sebagai standard di Konferensi Meridian Internasional tahun 1884, yang memicu penyebaran pemakaian Greenwich Mean Time untuk menyetel jam di dalam suatu daerah. Lokasi ini dipilih karena sampai tahun 1884, dua pertiga dari semua peta dan bagan menggunakannya sebagai meridian utama (prime meridian).

Di Amerika Serikat dan Kanada, zona waktu standard diperkenalkan tanggal 18 November 1883, oleh perusahaan-perusahaan rel kereta api. Koran-koran menyebutkan hari itu sebagai hari yang memiliki "dua tengah hari" (two noons). Saat itu tidak ada peraturan dari pemerintah, perusahaan-perusahaan tersebut hanya memilih penggunaan sistem lima zona waktu, dan menganggap masyarakat akan mengikutinya. Asosiasi Rel Kereta Api Amerika (ARA), sebuah organisasi beranggotakan penyelenggara rel-rel kereta api, telah melihat munculnya minat dari dunia sains ke arah penyeragaman waktu. ARA membuat sistem zona waktu sendiri, yang memiliki bentuk batas-batas yang tidak regular, mungkin karena ingin menghindarkan tindakan pemerintah yang mungkin mempersulit kegiatan mereka. Sebagian besar masyarakat menerima pemakaian waktu yang baru tersebut, namun sejumlah kota dan kabupaten menolak "waktu rel kereta api", yang pada dasarnya belum dijadikan peraturan. Sebagai contohnya, dalam dokumen-dokumen kontrak legal, apa artinya "tengah malam"? Di dalam satu kasus pengadilan tinggi di negara bagian Iowa, seorang pemilik bar memberikan argumentasi bahwa ia telah menggunakan waktu (matahari) lokal, dalam menentukan jam buka bar miliknya, sehingga ia bersumpah tidak melanggar peraturan daerah tentang jam tutup kegiatan bar. Standard waktu tetap menjadi kebijaksanaan daerah masing-masing, sampai tahun 1918, disaat dijadikannya peraturan bersamaan dengan pengenalan daylight saving time.

Tanggal 2 November 1868, Selandia Baru memutuskan sebuah standard waktu untuk digunakan secara nasional, dan mungkin Selandia Baru menjadi negara pertama yang melakukannya. Standard waktunya adalah berdasarkan 172° 30' longitude sebelah Timur Greenwich, yaitu 11 jam dan 30 menit di depan Greenwich Mean Time. Standard ini dikenal sebagai New Zealand Mean Time

FISIKA

Suhu adalah derajat panas / dingin suatu benda dengan satuan derajat.

Alat untuk mengukur suhu disebut Termometer.

Skala Termometer :

Celcius, Reanmur, Fahrenheit & Kelvin.

Hubungan skala Celcius, Reanmur, Fahrenheit & Kelvin :

0C = 5/4 0R = 5/9 (0F-320) = 0K-2730

Pengertian Kalor (Panas)


Kalor adalah suatu bentuk energy yang dipindahkan melalui perbedaan suhu.
Kalor berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah
Benda yang menerima Kalor, suhunya akan naik atau wujudnya akan berubah,
Benda yang melepas Kalor, suhunya akan turun atau wujudnya akan berubah.

Besar kalor yang diserap atau dilepas oleh suatu benda berbanding lurus dengan :

massa benda (m)

kalor jenis benda (c)

perubahan suhu (Δt)

Jadi besarnya kalor yang dilepas atau diserap dirumuskan dengan :

Q = m.c. Δt

m = massa benda (kg,gram)

c = kalor jenis benda (kal/gram 0C, joule/kg K→SI)

Δt = t2–t1 = kenaikan suhu (0C)

Dalam system SI satuan kalor adalah Joule,

1 kal = 4,2 joule

1 joule = 0,24 kal

Satuan kalori : banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 10C air murni yang massanya 1 gram.

PERMESINAN KAPAL

DEFINISI BERAT DAN ISI KAPAL

TONASE (TONNAGE) sebuah kapal merupakan benda terapung yang dipergunakan untuk pengangkutan diatas air, seperti kapal penumpang, kapal barang, kapal kontainer, dsb.
1. ISI KOTOR (GROSS TONNAGE)
- Terdiri jumlah isi ruangan bawah geladak ukur
- Terdiri jumlah isi ruangan diatas geladak kedua dan atas
- Terdiri jumlah isi ruangan yang tertutup rapat secara pemnanent pada geladak atas
- Terdiri jumlah isi dari ambang palka
2. ISI BERSIH (NET TONNAGE)
Terdiri isi kotor dikurangi dengan isi jumlah ruangan yang berfungsi tidak dapat dipakai
untuk mengangkut barang dagangan. Misal :
- Tempat tinggal ABK
- WC
- Ruang Jangkar
- Gudang serang
- Kamar mesin
3. ISI TOLAK (DISPLACEMENT)
Sama dengan berat air yang dipindahkan oleh kapal atau jumlah ton air yang dipindahkan
4. BOBOT MATI (DEAD WEIGHT)
Isi tolak dikurangi dengan berat kapal kosong dan inventaris tetap saja
5. TONNASE PERLENGKAPAN (EQUIPMENT TONNAGE)
Tonase yang diperlukan oleh Biro Klasifikasi untuk menentukan ukuran dan kekuatan alat-
alat labuh seperti jangkar, rantai jangkar, dll.
6. TONNASE TENAGA (POWER TONNAGE)
Berat kapal kosong ditambah perlengkapan kamar mesin

PENANGANAN DAN PENGATURAN MUATAN

Angkutan laut masih diperlukan dan lebih menguntungkan dibandingkan angkutan lain. Alasannya :
1. Jangkauan luas
2. Mengangkut dalam jumlah besar/banyak
3. Lebih murah

Tiga kelompok yang berperan dalam angkutan laut:
1. SHIPPER
2. CARRIER
3. CONSIGNEE

Prinsip Penanganan dan Pengaturan Muatan
1. Melindungi kapal
2. Melindungi muatan
3. Memanfaatkan ruang muat semaksimal mungkim
4. Bongkar muat secara cepat, teratur dan sistematis
5. Melindungi ABK dan buruh

MELINDUNGI KAPAL
Untuk melindungi kapal, maka pembagian muatan diatur, sbb:
1.Pembagian muatan secara tegak
- Menyangkut stabilitas kapal
- Jika muatan terpusat pada bagian atas, maka kapal akan memiliki GM yang kecil dan kondisi
kapal akan langsar (tender)
- Jika muatan terpusat pada bagian bawah, maka kapal akan memiliki GM yang besar dan
kondisi kapal akan kaku (stiff)
2. Pembagian muatan secara melintang
- Menyangkut sengket
- Jika pembagian muatan tidak berimbang terhadap centre line maka kapal akan mengalami
kondisi senget atau miring (list)
3. Pembagian muatan secara membujur
- Menyangkut trim/sagging dan hogging
- Jika kapal memiliki sarat depan lebih besar dari sarat belakang, maka kondisi kapal akan
trim ke depan
- Jika kapal memiliki sarat belakang lebih besar dari sarat depan, maka kondisi kapal akan
trim ke belakang
- Jika muatan terpusat ditenggah-tenggah kapal, maka kapal akan mengalami sagging
- Jika muatan terpusat pada bagian kedua ujung-ujung maka kapal akan mengalami hogging
4. Pembagian muatan secara khusus pada Tween Deck
- Menyangkut kekuatan geladak (DLC)
- DLC (Deck Load Capacity)
Merupakan kemampuan sebuah geladak untuk menerima sejumlah muatan berat.
- DLC dinyatakan dalam : Ton/M2

MELINDUNGI MUATAN
Tanggung jawab pihak pengangkut terhadap keselamatan muatan berdasarkan :
- FROM SLING TO SLING
- FROM TACKLE TO TACKLE
Kerusakan muatan terjadi akibat :
1. Keringat kapal
2. Keringat muatan
3. Kebocoran
4. Pergesekan dengan kulit
5. Pergesekan dengan muatan lainnya
6. Penanganan muatan
7. Muatan lainnya
8. Penanggasan
9. Pencurian
Hal yang dilakukan untuk mencegah kerusakan :
1. Penggunaan penerapan
2. Pengikatan dan pengamanan
3. Pemberian ventilasi
4. Pemisahan muatan
5. Perencanaan yang prima

PEMANFAATAN RUANG MUAT SEMAKSIMAL MUNGKIN
- Menyangkut penguasaan ruang rugi (broken stowage)
- Broken Stowage adalah besarnya ruang muat yang tidak dapat dimanfaatkan untuk
pengaturan muatan

BONGKAR MUAT SECARA CEPAT, TERATUR DAN SISTEMATIS
- Menciptakan suatu proses kegiatan bongkar yang efisien dan efektif dalam penggunaan waktu
serta biaya
- Untuk mencapai suatu hasil yang maksimal maka hal-hal yang harus dicegah adalah
terjadinya :
1. Long Hatch
2. Over stowage
3. Over carriage

MELINDUNGI ABK DAN BURUH
- Menyangkut atas keselamatan jiwa ABK dan buruh
- Bahwa selama ABK dan buruh melaksanakan kegiatan senantiasa selalu terhindar dari segala
bentuk resiko-resiko yang mungkin terjadi yang berasal dari pelaksanaan bongkar muat

PERMESINAN KAPAL

ISTILAH-ISTILAH PERMESINAN KAPAL

1. manuver: suatu gerakan kapal,pola kapal baik akan berlayar maupun akan tiba.
2. furivir: suatu pesawat pemisah untuk minyak dan air
3. klariver: suatu alat pemisah minyak dengan kotoran-kotoran minyak yang bagus
4. bungker: waktu pengisian minyak
5. istrumentasi: suatu sistem otomatis
6.
outomatic control: suatu alat bantu yang membantu yang bekerjanya berdasarkan suatu program yang telah di tentukan sebagai alat petunjuk atau alat pengaman.
7.
tingkat tekan: tingkat di man terjadi perubahan energi pana/ potensial terjadi eenergi gerak/kinetis.
8.
tingkat kecepatan: tingkat di mana terjadi perubahan energi kinetis mekanis.
9.
kecepatan sudut: di man sudut-sudut setalah mendapat kecepatan uap masuk sudut-sudut akan berputar dengan kecepatan di sebut kecepatan keliling.
10.
ketel pipa air: suatu ketel di mana air berada dalam pipa sisi luarnya gas panas.
11.
ketel pipa apung: suatu ketel di man gas panas dalam pipa api sisi luarnya air.
12.
turbin uap: suatu pesawat di mana terjadi perubahan tenaga potensial ke tenaga kinetis dan dari kinetis ke tenaga mekanis.
13.
jatuh kalor: selisih instalasi turbin masuk ke instalasi turbin keluar tubrin.
14.
perbandingan antara kecepatan baling-baling dan mesindengan kecepatan kapal di nyatakan dengan persen.
15.
baling-baling kapal: jika baling-baling ini memutar kekananmaka kapal akan bergerak maju.
16.
baling-baling kiri: jika baling-baling ini maka kapal akan bergerak maju
17.
kipas baling-baling: jika yang di tempuh balingjika berputar-putar ini sering di sebut tidak ada.
18.
frees water generator: untuk membuat air tawar dengan air lau dengan cara penguapan.
19.
perci generator: untuk mendinginkan bahan makanan pendingin ruangan dan perdingin penumpang.
20.
kompressor udara: untuk menghasiklan udara tekan yang di simpan di bejana tekan/ botol angin guna melayan kebutuhan di kapal.
21.
serarator: suatu pesawat untuk memisahkan zat cairdengandengan prinsip kerja dengan menggunakan gaya sentribukal.
22.
ejektor udara: untuk menghasilkan udara dalam kondektor ruangan.
23.
ules: untuk mendinginkan zat cair atau udara.
24.
hieter: untuk memanaskan zat cair dalam udara.
25.
interkuler: untuk mendinginkan udara dalam supercar sebelu di di gunakan untuk pebiasan/udara pemasukan dalam morpr.
26.
stweg: untuk memproses kotoran dari sanitasi kapal sebelum ke laut
27.
turbin tekanan rata: suat turbin di mana tekana uapsebelum dan sesudah suhu jalan sama
28.
turbin takanan terbit: suatu turbin yang di mana tekanan uapsebelum suhu jalan lebih tinggidari pada suhu jalan sebelumnya.
29.
kondektor:untuk nengubah uap/es menjadi cairan.
30.
ketel uap: suatu pesawat yang terbuat ari logam, besi berbentuk silinder pipa berisi air dari hasil pembakaran bahan bakar dapt menghasilkan uap dengan tekanan lebih dari 1kg /cm
31.
mesin uap tekanan penuh:suatu mesin uap di mana sebelum langkah cetak baru di masukkan terus.
32.
mesin expensi:suatu mesin di mana dari sebagian dari lambung tetap uap di masukkan selanjutnya di biarkan terbebas.
33.
mesin uap: suatu pesawat pembakaran uap di mana energi potensial di ubah langsung menjadi energi mekanis.
34.
turbion uap: suatu perawat di mana energi panas pembakaran bahan bakar dengan udara panas dalam suatu ruangan dan cairan ke turbin gas tersebut di hubungkan dengan kompressor udara untuk mendapatkan udara pembakaran.
35.
injektor: untuk mengapungkan bahan bakar yang di semprotkan pada motor silinder.

METODOLOGI PENELITIAN

PENGERTIAN RISET/PENELITIAN :

Penelitian pada dasarnya adalah merupakan aktifitas dan metode berfikir yang digunakan untuk memecahkan atau menjawab suatu masalah dengan dorongan atau rasa ingin tau sehingga yang semula belum diketahui dan dipahami nantinya akan diketahui dan dihafalkan.
Suatu aktifitas dan metode berfikir yang terancang, sistimatis dan untuk memecahkan atau menemukan jawaban masalah disebut dengan Metode Ilmiah.

Usaha menggunakan metode Ilmiah :
Menemukan : Mendapatkan sesuatu untuk mengisi kekosongan atau kekurangan yang sebenarnya tidak ada menjadi ada.
Mengembangkan : Memperluas dan menggali lebih dalam apa yang sudah ada.
Menguji Kebenaran : Apa yang sudah ada masih diragukan kebenarannya, sehingga perlu diteliti lagi untuk menguji kebenarannya.
Metodologi : Cara menggandakan penelitian secara sistimatis, berencana dan mengikuti konsep ilmiah.
Sistimatis : Dilaksanakan menurut pola tertentu dari yang paling sederhana sampai yang komplek sehingga tercapai tujuan secara efektif dan efisien.
Berencana : Dilaksanakan dengan adanya unsur kesengajaan dan sebelumnya sudah difikirkan langkah-langkah pelaksanaannya.
Mengikuti konsep ilmiah : Mulai awal sampai akhir kegiatan penelitian mengikuti cara-cara yang sudah ditentukan, yaitu prinsip memperoleh ilmu pengetahuan.


Umumnya penelitian dilakukan oleh :
Pemerintah : terutama applied reseach/penelitian terapan
Contoh : sensus penduduk, angka kelahiran kota A, keberhasilan KB
Pengusaha : untuk memajukan usahanya
Contoh : produktifitas menurun, mengembangkan daerah pemasaran
Perguruan Tinggi : mengemban Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat.


MANFAAT MEMPELAJARI METODOLOGI PENELITIAN
- Mengetahui arti pentingnya penelitian : sehingga keputusan-keputusan yang dibuat dalam hidup sehari-hari mungkin didasarkan atas hasil penelitian, baik didalam memecahkan persoalan ataupun mencari hal-hal baru.
- Menilai hasil-hasil riset : Apakah suatu riset dapat dipertanggung jawabkan dan sampai seberapa jauh kebenarannya.
- Dapat menyusun penulisan karya ilmiah : paper, field study/study lapangan, skripsi, thesis, desertasi.

PENANGANAN DAN PENGATURAN MUATAN

PENGATURAN MUATAN KAPAL
Angkutan laut dewasa ini berkembang sangat pesat. Kapal sebagai sarana angkutan laut memegang peranan penting dalam melancarkan transportasi laut yang aman dan selamat sampai tujuan. Jenis-jenis kapal niaga yang dibangun dewasa ini lebih cenderung kearah spesialisasi jenis muatan yang diangkut seperti misalnya kapal tanker, kapal pengangkut kayu, kapal pengangkut muatan curah, kapal pengangkut peti kemas dan lain sebagainya.

Bila ditinjau dari sudut pengoperasiannya, kapal secara umum dapat dibedakan antara “ LINER “ adalah kapal yang dalam pelayarannya waktu mapun tujuannya adalah tetap antara pelabuhan satu ke pelabuhan lainnya, kemudian yang disebut dengan “ TRAMP “ adalah kapal yang menjalani route pelayarannya tidak tetap, biasanya kapal- kapal yang dioperasikan dalam bentuk “ CHARTER “

Disamping itu kapal-kapal diklasifikasikan pula menurut jarak pelayarannya atau daerah pelayarannya yaitu :
- Pelayaran Lokal
- Pelayaran Nusantara
- Pelayaran Khusus, dalam negeri dan Luar Negeri
- Pelayaran Samudera
- Pelayaran Rakyat

Perusahaan Pelayaran memegang andil yang cukup penting dalam memperlancar dan memajukan arus barang perdagangan dalam dan luar negeri dengan memperlancar arus barang/muatan dari daerah produksi ke daerah konsumen.

Untuk mengelolanya dengan baik tidak saja diperlukan pengetahuan mengenai pengoperasian kapal sebagai alat untuk menyediakan transportasi, tetapi diperlukan pula pengetahuan yang cukup mengenai manajemen pelayaran, Aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan hukum yang terkait dengan pelayaran dan perkapalan serta pengetahuan mengenai transportasi laut itu sendiri.

Salah satu tugas dan tanggung jawab yang berat dari pengangkut (carier) adalah pengangkutan muatan dengan baik dan selamat yang terkait dengan kegiatan peranginan muatan, memuat, memelihara muatan serta membongkarnya di tempat tujuan.

Kapal Penumpang ( Passangers Ship )

Kapal penumpang adalah kapal yang dirancang khusus untuk mengangkut penumpang. Kapal penumpang umumnya mempunyai bentuk konstruksi badan yang lebih besar dari pada kapal tangki atau kapal barang dengan bobot mati yang sama menurut jumlah bangunan atasnya.
Kebanyakan kapal-kapal penumpang dilengkapi dengan pengimbang ( stabilizer ) yang digunakan untuk memperkecil pengaruh gerakan oleng kapal pada cuaca buruk dan BOW Thruster di haluan digunakan membantu olah gerak sewaktu merapat ke dermaga.

ILMU PELAYARAN DATAR II

PETA LAUT


untuk menggambarkan permukaan bumi atau sebagian dari padanya di berikan globe dan peta-peta.

Globe( bola bumi): bola, dimana letak berbagai titik pada permukaan bumi satu sama lain di berikan dalam perbandingan yang sebenarnya

Atau: sebuah bulatan yang melukiskan bumi pada bulatan yang kecil untuk di pakai di kapal. Bola bimi tersebut kurang praktis oleh karena
a. untuk melukiskan pantai-pantau dan lautan dengan teliti di butuhkan bola bimi yang sangatbesar
b. garis haluan yang memotong semua derajah, atas sudut yang sama tidak mungkin atau sulit di lukiskan pada bola bumi karma itu untuk navigasi di kapal di gunakan peta.
Peta: gambaran bumi atau sebuah permukaan bumi pada bidang datar
Skala: perbandinan antara panjang suatu garis di peta dan panjang garis tersebut di bumi
Atau: skala perbandingan antara panjang suatu garis di peta dan panjang garis tersebut di bumi perbandingan salah satu peta laut adalah: perbandingan antara satu menit katilistiwa di biumi
Rangka peta: adalah susunan dari derajah-derajah dan jajar-jajar di mana peta itu di likiskan di dalamnya
Jaringan peta: adalah gambaran derajah-derajah dan jajar-jajar di dalam peta terdiri atas garis-garis lurus yang saling memotong tegak lurus.

ILMU PELAYARAN DATAR

BENTUK DAN UKURAN BUMI


BENTUK: bumi adalah suatu benda yang bergerk bebas di ruang angkasa dan brbentuk bola yang mengitari dan berputar pada porosnya satu kali putaran dalam jangka waktu 23 jam 56 menit 4 detik

Bukti dari bola
a. melengkung dalam arah utara dan selatan
b. melenghkung dalam arah timur dan barat
c. apabila kita mendekati suatu benda maka yang nampak terlebih dahulu adalah bagian atasnya kemudian bagian-bagian bawahnya
d. di tengah laut, batas bagian yang nampak dari permukaan bumi berbentuk sebagai lingkaran.
e. Bagian bumi yang nmapak menjadi semakin besar, jika si penilik berada semakan tinggi
f. Pada waktu terjadi gerhana bulan, terlihat bahwa bayangan bimi di bulan berbentuk bulat/ lingkaran
g. Apabila orang berjalan lurus dengan arah yang tetap maka ia akan tiba kembali ke arah semula
h. Dari hasil pemotretan satalit juga membuktikan bahwa bumi memang berbentuk bulat.

Devinisi-devinisi lingkaran di bimi

1. poros bumi: garis menengah bola berputar dalam satu hari atau jalan sebuah garis melalui pusat bumi yang juga sumber putaran bumi. Poros bumi memotong permukaan bumi pada 2 tempat yaitu kutub utara dan kutub selatan
2. kutub-kutub: ailah titik potong poros bumi dengan permukaan bumi
3. katulistiwa: lingkaran besar pada jarak 90 derajah tegak lurus dari kutub-kutub. Irisan permukaan bumi dengan bidang yang melalui titik pusat bumi tegak lurus poros bumi
4. lingkaran besar: aialah lingkaran yang menjadi bola menjadi 2 bagian yang sama besar. Titik pusat lingkaran berimpit dengan titik pusat bola.
5. lingkaran kecil: ialah lingkaran yang membagi bola yang menjadi 2 bagian yang tidak sama besar. Titik pusar lingkaran tidak berimpit dengan titik puat bola.
6. jajar: adalah lingkaran kecil yang sejajar dengan katulistiwa
7. derajah: lingkaran-lingkaran yang melalui kutub utara dan kutub selatan
8. kutub utara: ialah kutub yang mengarah kesebelah utara.
9. kutub selatan ialah kutub yang mengarah kea rah selatan
10. lingkaran bujur: sebagian derajah dari kutub sampai kutub
11. lingkaran bujur: derajah nol :lingkaran bujur yang melalui kota greenwich


UKURAN BUMI

ukuran bumi di tentukan dengan jalan:
pengukuran derajah: ialah mengukur panjang derajat yang ada di bimi

adapun pengukuran terdiri dar:
a. bagian astrononomis: menentukan delta lintang antara 2 buah titik pada derajah yang sama
b. bagian bumiawi: menentukan jarak, anrata 2 titik tersebutcaranya dengan jalan mengukur langsung sebuah garis lurus tertentu(basis) dan selanjutnya dengan mengukur segiteiga(triangulasi)PETA LAUT


untuk menggambarkan permukaan bumi atau sebagian dari padanya di berikan globe dan peta-peta.

Globe( bola bumi): bola, dimana letak berbagai titik pada permukaan bumi satu sama lain di berikan dalam perbandingan yang sebenarnya

Atau: sebuah bulatan yang melukiskan bumi pada bulatan yang kecil untuk di pakai di kapal. Bola bimi tersebut kurang praktis oleh karena
a. untuk melukiskan pantai-pantau dan lautan dengan teliti di butuhkan bola bimi yang sangatbesar
b. garis haluan yang memotong semua derajah, atas sudut yang sama tidak mungkin atau sulit di lukiskan pada bola bumi karma itu untuk navigasi di kapal di gunakan peta.
Peta: gambaran bumi atau sebuah permukaan bumi pada bidang datar
Skala: perbandinan antara panjang suatu garis di peta dan panjang garis tersebut di bumi
Atau: skala perbandingan antara panjang suatu garis di peta dan panjang garis tersebut di bumi perbandingan salah satu peta laut adalah: perbandingan antara satu menit katilistiwa di biumi
Rangka peta: adalah susunan dari derajah-derajah dan jajar-jajar di mana peta itu di likiskan di dalamnya
Jaringan peta: adalah gambaran derajah-derajah dan jajar-jajar di dalam peta terdiri atas garis-garis lurus yang saling memotong tegak lurus.

KOMPAS DAN SISTEM KEMUDI

RUMAH PEDOMAN

Adalah rangka tertutup di mana semua bahan dari dari sebuah pedoman di tempatkan, biasanya rumah pedoman ini di buat dari kayu, di tempatkan secara tetap di anjungan, di depan roda kemudi, di atas anjungan di deck compass dan mungkin juga di kanan kiri anjungan atau buritan kapal sebagai tempat pedoman darurat.
Bentuk rumah pedoman ini biasanya bulat bersegi-segisetinggi 2 meter.

Bagian-bagian yang termasuk rumah pedoman adalah:
1. tutup rumah pedoman:tutup rumah pedoman terletak di nagian atas.dan berfungsi sebagai penutup pedoman segingga terlintang dari hujan maupun panas matahari
2. tandung tanduk dari pasangan cincin lanja yang membujur kapal di tempatkan pada rumah pedoman maka pada rumah pedoman terdapat beberapa pagas/per.
3. bola penimbal pada rumah pedoman bagian luar agak di bawah dari tutup rumah pedoman. Pada sisi kanan kiri di tempatka 2 buah bola besi yang cukup besar.
4. batang-batang besi penimbal: berfungsi untuk menimbal atau menetralkan pengaruh-pengaruh magnit lain sekitar kapal. Batang ini di buat dari sesi lunas. Dan di tempatkan di bagian belakang
5. bola lampu penerangan: befungsi memberi penerangan pada pedoman(malam hari) terpasang pada bagian dalam rumah pedoman. Untuk perbaikannya di pasang pintu kecil di bagian belakang rumah pedoman.
6. clinometer: terpasang pada bagian luar pada rumah pedoman berfungsi untuk melihat sudut kemiringan kapal.

Deviasi: penyimpangan penujuk utara selatan piring pedoman terhadap arah utara selatan magnit bumi.
Variasi: penyimpangan arah utara-selatan magnit bumidari arah utara-selatan sejati pusat penyimpangan dari kanan kiri utara-selatan sejati di beri tanda(+) dan yang kekiri sebaliknya di beri tanda (-)
Agoone: garis di dalam peta yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki perubahan variasi nol(0) derajat.
Issalogone: garis di peta yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki perubahan variasi yang sama.
Osagone: garis di peta yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki variasi sama (bukan nol derajah)
Akline: garis di peta yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki sudut-sudut inklasi nol deraja.

Prinsip kerja

Piringan pedoman di lekukkan di atas pengapung.di bawah pengapung di gantungkan batang-batang magnit.keseluruhannya di letakkan dalam cairan sehingga bila berada dalam medan magnit bumi piringan dapat berputar. 9dengan bebas) bila kapal diam maka piringan pedoman juga akan ikut diam dengan skala 360/ utara menunjuk kutub bumi tepat pada arah bidang lunas tinggi pada bagiandalam ketel pedoman di tempatkan garis layer. Skala derajah piringan pedoman yang mengimpit/ bersatu dengan garis laya adalah menunjukkan arah haluan kapal misalkan bila skala 090 berimpit dengan garis layer, berarti haluan kapal adalah 090 derajah

Fungsi dari setiap bagian pedoman basah adalah:
1. Sumbat
Apabila air ketel pedoman berkurang(dapat dilihat dengan adanya gelembung udara di dalam ketel), maka harus ditambahkan air sulingan campur alcohol.
Ketel ditahan pada posisi miring dengan sumbat ditempatkan di bagian atas, kemudian sumbat dibuka.
Melalui lubang air sulingan diisikan dan kemudian sumbat dpat ditutup kembali.
2. Pengapung
Piringan bertambah berat dengan / oleh adanya jarum-jarum yang cukup berat.
Ini akan mengakibatkan tekanan lebih besar pada ujung runcing semat dan sungkup pda bagian bawah.
Untuk mengatasi hal itu dipasang sebuah pengapung di bawah piringan pedoman.
3. Iromol
Karena terjadinya perubahan suhu naik turun, maka akan terjadi penyusutan/ pemuaian cairan di dalam ketel.
Pedoman dengan adanya bentuk tromol yang tertutup atas bergebang yang dapat berfungsi sbagai pegas, maka naiknya tekanan akibat pemuaian cairan dapat diatasi . Demikian pun akibat dari penyusutan cairan ketel sehingga tidak akan terjadi gelombang-gelombang di dalam ketel.
4. Jembatan dari Bahan Kuningan
Karena tromol yang memiliki gaya pegas, maka apabila dudukan langsung ditempatkan di atas penutup, maka akan terjadi penunjukan yang salah karena semat dan piringan pedoman ikut turun naik perubahan tromol.
Hal ini dibatasi dengan memasang sebuah jembatan dari bahan kuningan.
5. Pemberat
Berfungsi untuk lebih menstabilkan ketel pedoman.
Pemberat ini umumnya dibuat dari timah hitam.
6. Piringan Pedoman
Besarnya piringan pedoman(garis tengah pirinagn) tidak boleh terlampau besar agar terdapat jarak yang cukup antara piringan dan ketel.

Pada saat kapal berputar, cairan di dalam ketel akan ikut berputar. Gaya putar terbesar akan terdapat pada caiaran di dalam dinding ketel. Bila tepi piringan pedoman akan terputar, penunjukan pedoman akan banyak menyimpang/ salah.

Beberapa catatan dan hal yang perlu diperhatikan secara keseluruhan pedoman basah basah lebih baik daripada pedoman kering karena memiliki momen besar, lebih tenang karena memiliki kelengkapan peredam getaran dan goncangan yang lebih banyak.
Meskipun ada juga kerugiannya, yaitu pedoman basah lebih sukar diperbaiki dan ditimbang. Selanjunya hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan pedoman di kapal adalh:
1. Salah kolimasi akan timbul bilamana garis utara selatan pada piringan pedoman tidak jatuh sama. Pada poros magnrtis pedoman.
2. Pedoman tolak (standar komaps) harus ditempatkan sedekat mungkin dengan bidang lunas linggi dan jauh dari massa besi yang besar dan besi lunas seperti tiang kapal, cerobong- cerobong peranginan, balok geladak, serta dinding-dinding lebar
3. Pedoman buritan harus juga ditimbang bersamaan dengan pedoman-pedoman lain

Rabu, 07 April 2010

Bangunan kapal

Ukuran – ukuran pokok kapal terdiri dari :

a.Ukuran membujur/ memanjang (longitudinal)
b.Ukuran melintang/ melebar (transverzal)

Definisi – definisi :
Panjang (length):Jarak membujur sebuah kapal dalam meter pada sarat muat musim panas yang dihitung dari bagian depan linggi haluan sampai sisi belakang poros kemudi atau tengah – tengah cagak kemudi pada kapal yang tidak memiliki poros kemudi. Panjang ini tidak kurang dari 96 % dan tak lebih dari 76 % panjang pada sarat musim panas maksimum dan merupakan panjang yang ditentukan oleh biro klasifikasi di mana kapal tersebut dikeluarkan.

Lebar (breadth): Lebar kulit kapal bagian dalam terbesar yang diukur dari bagian sebelah dalam kulit kapal. Lebar ini juga merupakan lebar menurut ketentuan biro klasifikasi di mana kapal tersebut dikelaskan.

Dalam (depth): Jarak tegak yang dinyatakan dalam meter pada pertengahan panjang kapal diukur dari bagian atas lunas sampai bagian atas balok geladak dari geladak jalan terus teratas.

Tengah – tengah kapal (admidships) : pertengahan panjang yang diukur dari bagian depan linggi haluan.

a.Ukuran membujur/ memanjang (longitudinal)
  1. Panjang seluruhnya (length over all = LOA) : panjang seluruhnya ialah jarak membujur sebuah kapal dari titik terdepan linggi haluan kapal sampai ke titik terbelakang dari buritan kapal. Diukur sejajar lunas jarak ini merupakan jarak terpanjang dari sebuah kapal yang gunanya sangat penting untuk memperkirakan panjang dermaga.
  2. Panjang sepanjang garis tegak (length between perpendiculars) : panjang kapal dihitung dari garis tegak depan sampai ke garis tegak belakang.
  3. Garis tegak depan (forward perpendicular) ialah sebuah garis khayalan yang memotong tegak lurus garis muat perancang kapal dengan linggi haluan.
  4. Garis tegak belakang (after perpendicular) ialah sebuah garis khayalan yang biasanya terletak pada tengah – tengah cagak kemudi atau bagian belakang dari poros kemudi. Panjang sepanjang garis tegak diukur sejajar lunas dan merupakan panjang lambung bebas (freeboard length).>
  5. Panjang sepanjang garis air (length on the load water line = LOWL) : panjang sebuah kapal diukur dari perpotongan garis air dengan linggi haluan sampai ke titik potong garis air dengan linggi belakang diukur sejajar lunas.
  6. Panjang terdaftar (registered length) : panjang seperti yang tertera di dalam sertifikat kapal itu, yaitu dihitung dari ujung terdepan geladak jalan terus teratas sampai garis tegak belakang diukur sejajar lunas.

  1. Gambar Ukuran membujur/ memanjang (longitudinal)

b. Ukuran melintang/ melebar (transverzal)
  1. Lebar terbesar atau ekstrim (extreme breasth) : jarak melintang dari suatu titik terjauh di sebelah kiri sampai ke titik terjauh di sebelah kanan badan kapal diukur pada lebar terbesar dan sejajar lunas. Dalam hal ini kulit dihitung. Lebar ekstrim merupakan lebar kapal terbesar dan terdaftar (Registered breadth).
  2. Lebar dalam (moulded breadth) : lebar kapal dihitung dari sebelah dalam kulit kapal lambung yang satu sampai ke sebelah dalam lambung lainnya, diukur pada lebar kapal terbesar dan sejajar lunas. Dapat juga lebar dari bagian luar gading – gading lambung yang satu sampai kebagian luar gading – gading lambung lainnya, diukur pada lebar kapal yang terbesar dan sejajar lunas. Lebar dalam merupakan lebar menurut biro klasifikasi di mana kapal tersebut dikelaskan. Lebar dalam juga disebut rancangan dimana tebal kulit kapal tidak dihitung.
  3. >Lebar terdaftar (registered breadth) : lebar seperti yang tertera didalam sertifikat kapal itu. Panjangnya sama dengan lebar dalam (moulded breadth).
  4. Lebar tonase (tonnage breadth) : lebar sebuah kapal dari bagian dalam wilah keringat lambung yang satu sampai ke bagian dalam wilah keringat lambung lainnya, diukur pada lebar terbesar dan sejajar lunas.

c.Ukuran tegak (vertical)
  1. Sarat kapal : jarak tegak yang diukur dari titik terendah badan kapal sampai garis air. Jraka ini sering di istilahkan dengan sarat moulded.
  2. Lambung bebas (free board) : jarak tegak dari garis air sampai geladak lambung bebas atau garis dek (free board deck or deck line)
  3. Dalam (depth) : jarak yang diukur dari titik terendahbadan kapal sampai ke titik di geladak lambung bebas tersebut. Dengan kata lain dalam merupakan jumlah sarat kapal dan lambung bebas. Jarak inipun merupakan dalam menurut biro klasifikasi di mana kapal tersebut dikelaskan.
  4. Dalam tonase : dalam yang dihitung mulai dari alas dasar dalam sampai geladak lambung bebas.
  5. Sarat kapal, lambung bebas dan dalam : diukur pada tengah – tengah kapal.

Gambar Ukuran membujur/ memanjang (longitudinal)

Transportasi luat

Pembangunan transportasi laut diarahkan untuk menjembatani kesenjangan antar wilayah dan mendorong pemerataan hasil-hasil pembangunan. Transportasi antara wilayah akan membuka peluang kegiatan perdagangan antar wilayah dan mengurangi peredaran harga antar wilayah, meningkatkan mobilitas tenaga kerja untuk mengurangi konsentrasi keahlian dan ketrampilan pada beberapa wilayah, sehingga mendorong terciptanya kesempatan melasanakan pembangunan antar wilayah.

Pembangunan angkutan laut diprioritaskan pada pengembangan armada angkatan laut nasional, rehabilitasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana transportasi laut, pengembangan sarana dan prasarana transportasi laut, penyediaan sarana bantu navigasi beserta fasilitas keselamatan pelayanan dan pelayanan transportasi laut di pulau-pulau kecil terutama kecil terluar di kawasan perbatasan.

Kebijakan umum Departemen Perhubungan dalam pembangunan dan penyelenggaraan transportasi meliputi hal-hal sebagai berikut :

(1) Dalam penyelenggaraan transportasi pelaksanaan fungsi penunjang (servicing function) dilakukan pada daerah yang telah berkembang atau maju antara lain memberikan peluang bagi keterlibatan swasta tidak melaksanakan pelayanan dengan prinsip least cost economy terutama pada segmen usaha yang tidak mampu mencapai cost recovery, sedangkan untuk segmen usaha yang tidak mampu mencapai cost recovery, pembangunan fasilitas pelayanan dilakukan oleh pemerintah. Untuk daerah terisolasi, terpencil, terbelakang dan kawasan perbatasan, pemerintah memberikan pelayanan transportasi melalui penyediaan fungsi pendorong.

2. Pembangunan Perhubungan mendukung kebijakan otonomi daerah melalui penyediaan jasa perhubungan yang memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan daerah. Disamping itu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada daerah untuk melakukan perencanaan, pembangunan dan pengoperasian fasilitas perhubungan sesuai dengan kewenangannya.

3. Pembangunan perhubungan mendukung kelancaran mobilitas, distribusi dan pembangunan terutama pada sektor-sektor berbasis sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan sektor-sektor strategis lainnya, yang pada akhirnya turut menciptakan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi serta pemerataan pembangunan yang berkesinambungan.

4. Kebijakan pembangunan perhubungan berkelanjutan dilakukan dengan pengembangan teknologi transportasi yang ramah lingkungan, hemat energi serta meningkatkan kinerja keselamatan dan pelayanan, sehingga pelayanan sektor perhubungan dapat dilakukan secara efisien.

5. Pembangunan sarana dan prasarana perhubungan dilakukan dengan melibatkan partisipasi swasta dan melakukan restrukturisasi pada bidang usaha sesuai dengan tuntutan pasar domestik dan pasar global serta sesuai dengan semangat perdagangan bebas. Untuk itu diperlukan reposisi kelembagaan dan revisi peraturan perundang-undangan serta peningkatan kualitas SDM.

6. Prinsip dasar kebijakan penetapan tarif jasa perhubungan terdiri dari 3 (tiga) aspek pertimbangan, yaitu: a. Sisi Operator selaku Penyedia Jasa, dimana pertimbangan finansial dengan pendekatan kepada faktor kelangsungan usaha dengan memperhitungkan biaya dari setiap jenis jasa perhubungan (cost of service) dan nilai jasa yang diproduksi dan penggunaan teknologi (value of service). b. Sisi Masyarakat selaku Pengguna Jasa, dimana pertimbangan sosial ekonomi dengan pendekatan kepada daya beli masyarakat dengan memperhitungkan kemampuan membayar (ability to pay) dan kemauan membayar (willingness to pay). c. Sisi Pemerintah selaku Regulator, dimana pertimbangan kebijakan nasional dengan lebih menekankan kepada stabilitas nasional, namun tetap dengan memperhitungkan tercapainya keadaan.

Penyebab kecelakaan laut selama ini lebih bersifat administratif dan dokumentatif yang terapinya jauh dari akar persoalan keselamatan pelayanan. Kondisinya masih diperparah lagi dengan belum optimalnya fungsi tugas Mahkamah Maritim seperti di negara-negara lain. Akibatnya, saat terjadi kecelakaan, jaksa yang menangani perkara tersebut kurang menguasai seluk beluk teknis yang menjadi penyebab kecelakaan angkatan laut. Dampaknya berbagai perkara kecelakaan di alut tidak pernah tuntas.

Kecelakaan angkutan laut yang menelan banyak korban jiwa dan harta benda terjadi silih berganti. Namun, akar penyebab kecelakaan angkutan laut yang secara prinsip merupakan fenomena pelanggaran regulasi yang ditangani secara serius oleh pemerintah, khususnya departemen perhubungan. Akibatnya bahaya maut selalu mengintai pengguna jasa angkutan laut setiap saat. Seperti halnya kecelakaan kapal motor Levina I yang terbakar dan karam di perairan Jawa serta kapal Senopati Nusantara yang tenggelam di perairan Jepara baru-baru ini. Pihak KNKT dan Departemen Perhubungan memperkirakan kecelakaan tersebut terjadi karena cuaca buruuk sebagai penyebab kecelakaan.

Potret transportasi laut saat ini boleh dikatakan sangat buram. Buruknya sistem transportasi laut itu juga disebabkan tidak adanya pengadilan maritim yang menangani kasus-kasus bencana yang terjadi di laut. Kasus bencana di laut, seperti pelanggaran regulasi selama ini ditangani oleh orang yang kurang mengerti persoalan teknisnya. Sehingga putusan pengadilan umum terhadap kasus-kasus di laut tidak sepadan dengan nilai kejahatan yang telah diperbuat. Hingga saat ini pemerintah belum mampu mengatasi persoalan angkutan laut yang esensial yang menyangkut sistem pemeriksaan kepelabuhan, kelayakan kapal, hingga buruknya manajemen perusahaan pelayaran.

Angkutan laut merupakan model transportasi yang sarat regulasi. Untuk itu, Indonesia harus meratifikasi berbagai konvensi yang dikeluarkan oleh The United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) serta berkewajiban mentaati berbagai regulasi. Di PBB ada badan khusus yang menangani bidang maritim, yakni International Maritime Organization (IMO), yang secara umum mengatur keamanan angkutan laut, pencegahan polusi serta persyaratan, pelatihan dan pendidikan awak kapal.

Dengan adanya IMO tiap negara anggota (flag state) mempunyai tanggung jawab untuk melakukan berbagai konvensi internasional bagi kapal-kapal yang mengibarkan bendera negaranya. Namun hingga saat ini kondisi kapal-kapal berbendera Indonesia masih banyak yang tidak mampu memenuhi ketentuan IMO, bahkan banyak terjadi pelanggaran regulasi.

Prinsip dasar keselamatan pelayaran menyatakan bahwa kapal yang hendak berlayar harus berada dalam kondisi seaworthiness atau laik laut. Artinya, kapal harus mampu menghadapi berbagai case atau kejadian alam secara wajar dalam dunia pelayaran. Selain itu kapal Selain itu kapal layak menerima muatan dan mengangkutnya serta melindungi keselamatan muatan dan anak buah kapal (ABK)-nya. Kelayakan kapal mensyaratkan bangunan kapal dan kondisi mesin dalam keadaan baik. Nakhoda dan ABK harus berpengalaman dan bersertifikat. Perlengkapan, store dan bunker, serta alat-alat keamanan memadai dan memenuhi syarat. Dan yang tidak kalah penting adalah selama beroperasi di laut kapal tidak boleh mencemari lingkungan. Kondisi di lapangan terutama di pelosok tanah air menunjukkan bahwa aturan yang menyangkut pelaporan sistem manajemen keselamatan (safety management system) sering dimanipulasi.

Penyebab kecelakaan angkutan laut yang diakibatkan cuaca badai atau gelombang pasang relatif mudah ditanggulangi, karena adanya sistem komunikasi dan laporan BMG yang semakin cepat dan akurat. Namun pemicu terjadinya kecelakaan angkutan laut akhir-akhir ini lebih disebabkan oleh pelanggaran regulasi serta mudahnya Petugas Pemeriksa Kepelabuhanan (PPK) melakukan manipulasi dalam menjalankan tugasnya. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa begitu mudahnya memanipulasi sertifikat dan dokumen untuk kapal-kapal yang sudah tua serta secara teknis tidak memenuhi kaedah seaworthiness tetapi begitu saja "disulap" sehingga dapat bebas beroperasi.